Serunya Menikmati Senja di Candi Ijo, Simak Sejarahnya Juga Yuk!

Serunya Menikmati Senja di Candi Ijo, Simak Sejarahnya Juga Yuk!

23 Agustus 2019 2457

    Jika berkunjung ke Kota Yogyakarta, wisata sejarah khususnya mengunjungi candi bisa menjadi salahsatu pilihan. Banyak candi-candi yang belum terekspos meski memiliki potensi wisata yang juga cukup menarik, Candi Ijo salah satunya. Candi Ijo terletak di Dukuh Groyokan, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Candi ini berada lereng barat sebuah bukit yang jauh dari keramaian di kawasan barat Yogyakarta, di selatan Candi Ratu Baka.

    Sekilas sejarah tentang Candi Ijo, Candi Ijo dibangun sekitar abad ke-9. Kompleks candi terdiri dari 17 struktur bangunan yang terbagi dalam 11 teras berundak. Peletakan bangunan pada tiap teras berdasarkan pada kesakralannya, dan bangunan yang berada di teras tertinggi merupakan bangunan yang paling sakral. Saat ini bangunan yang masih utuh terletak pada teras ke-11. Di teras tertinggi tersebut terdapat empat bangunan berupa satu candi utama dan tiga candi pewara.

    Satu diantaranya yang belum banyak menjadi perbincangan adalah Candi Ijo, sebuah candi yang letaknya paling tinggi di antara candi-candi lain di Daerah Istimewa Yogyakarta yaitu terletak pada ketinggian 410 m di atas permukaan laut. Ragam relief yang dapat kita jumpai yang terpahat pada dinding candi menandakan candi ini peninggalan umat Hindu, wisatawan dapat juga melihat peninggalan lain berupa Lingga – Yoni yang terdapat dalam candi. Lingga Yoni yang terdapat dalam Candi Ijo kalasan ini mempunyai ukuran yang cukup besar dan terbesar di Indonesia.

    Karena Candi Ijo terletak di dataran tinggi dan dari situ kita dapat menikmati matahari terbenam yang indah dan menawan. Gak banyak lokasi candi yang bisa untuk menikmati matahari terbenam. Dari candi utama, jika kamu berdiri menghadap ke candi kecil di depannya, pada saat yang sama akan melihat matahari terbenam yang sangat indah di antara dua candi kecil. Pancaran cahaya oranye yang kemerahan dari ujung cakrawala selalu memberikan rasa tenang dan ketenangan kepada penikmatnya. Kilauan warnanya akan lebih kuat sebelum bumi menjadi gelap. Gak terasa aneh jika matahari terbenam dijadikan salah satu perburuan oleh wisatawan di mana pun. Jadi, jika mau ke sini pastikan cuacanya harus bersahabat dulu dan jangan sampai tiba di lokasi dengan bumi yang terlalu gelap.Menikmati Senja di Candi Ijo.

    Jika berkunjung ke Kota Yogyakarta, wisata sejarah khususnya mengunjungi candi bisa menjadi salah satu pilihan. Banyak candi-candi yang belum terekspos meski memiliki potensi wisata yang juga cukup menarik, Candi Ijo salah satunya. Candi Ijo terletak di Dukuh Groyokan, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Candi ini berada lereng barat sebuah bukit yang jauh dari keramaian di kawasan barat Yogyakarta, di selatan Candi Ratu Baka.

    Sekilas sejarah tentang Candi Ijo, Candi Ijo dibangun sekitar abad ke-9. Kompleks candi terdiri dari 17 struktur bangunan yang terbagi dalam 11 teras berundak. Peletakan bangunan pada tiap teras berdasarkan pada kesakralannya, dan bangunan yang berada di teras tertinggi merupakan bangunan yang paling sakral. Saat ini bangunan yang masih utuh terletak pada teras ke-11. Di teras tertinggi tersebut terdapat empat bangunan berupa satu candi utama dan tiga candi pewara.

    Satu diantaranya yang belum banyak menjadi perbincangan adalah Candi Ijo, sebuah candi yang letaknya paling tinggi di antara candi-candi lain di Daerah Istimewa Yogyakarta yaitu terletak pada ketinggian 410 m di atas permukaan laut. Ragam relief yang dapat kita jumpai yang terpahat pada dinding candi menandakan candi ini peninggalan umat Hindu, wisatawan dapat juga melihat peninggalan lain berupa Lingga – Yoni yang terdapat dalam candi. Lingga Yoni yang terdapat dalam Candi Ijo kalasan ini mempunyai ukuran yang cukup besar dan terbesar di Indonesia.

    Karena Candi Ijo terletak di dataran tinggi dan dari situ kita dapat menikmati matahari terbenam yang indah dan menawan. Gak banyak lokasi candi yang bisa untuk menikmati matahari terbenam. Dari candi utama, jika kamu berdiri menghadap ke candi kecil di depannya, pada saat yang sama akan melihat matahari terbenam yang sangat indah di antara dua candi kecil. Pancaran cahaya oranye yang kemerahan dari ujung cakrawala selalu memberikan rasa tenang dan ketenangan kepada penikmatnya.

    Kilauan warnanya akan lebih kuat sebelum bumi menjadi gelap. Gak terasa aneh jika matahari terbenam dijadikan salah satu perburuan oleh wisatawan di mana pun. Jadi, jika mau ke sini pastikan cuacanya harus bersahabat dulu dan jangan sampai tiba di lokasi dengan bumi yang terlalu gelap.





Berita Lainnya


BAKPIA JUWARA SATOE BUY 1 GET 1

BAKPIA JUWARA SATOE BUY 1 GET 1

23 Agustus 2019

Bakpia Juwara Satoe mengadakan promo dengan program Buy 1 Get 1 dimana setiap pembelian 1 produk dari Bakpia Juwara Satoe dengan isian baik 5 maupun 10 dengan varian Original, Asin, Sayur, dan mini mendapatkan 1 box Bakpia Juwara Satoe Original, Asin, Say


1972
Wisata Sunset Juwara Satoe di Yogyakarta!

Wisata Sunset Juwara Satoe di Yogyakarta!

23 Agustus 2019

Yogyakarta sangat terkenal sekali keindahan alamnya, apalagi untuk wisata alamnya yang beragam. Gak cukup cuma mengunjunginya, foto pun wajib kamu lakukan ketika mengunjungi wisata alam apalagi pantai di Yogyakarta. Nah, foto itu kurang pas kalo cahayanya


1433
Kandungan Bakpia yang Berguna Bagi Kesehatan

Kandungan Bakpia yang Berguna Bagi Kesehatan

23 Agustus 2019

Jika anda berkunjung ke kota Jogja, kurang lengkap rasanya jika tidak membeli buah tangannya. Bakpia merupakan salah satu oleh - oleh yang wajib dibeli oleh setiap pengunjung, sepintas bakpia terlihat hanya seperti kue biasa tetapi tak banyak orang yang t


6693

SUBSCRIBE OUR NEWSLETTER

Subscribe to our e-mail newsletter and take advantage of the promotions.