Serunya Menikmati Senja di Candi Ijo, Simak Sejarahnya Juga Yuk!

Serunya Menikmati Senja di Candi Ijo, Simak Sejarahnya Juga Yuk!

23 Agustus 2019 418

    Jika berkunjung ke Kota Yogyakarta, wisata sejarah khususnya mengunjungi candi bisa menjadi salahsatu pilihan. Banyak candi-candi yang belum terekspos meski memiliki potensi wisata yang juga cukup menarik, Candi Ijo salah satunya. Candi Ijo terletak di Dukuh Groyokan, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Candi ini berada lereng barat sebuah bukit yang jauh dari keramaian di kawasan barat Yogyakarta, di selatan Candi Ratu Baka.

    Sekilas sejarah tentang Candi Ijo, Candi Ijo dibangun sekitar abad ke-9. Kompleks candi terdiri dari 17 struktur bangunan yang terbagi dalam 11 teras berundak. Peletakan bangunan pada tiap teras berdasarkan pada kesakralannya, dan bangunan yang berada di teras tertinggi merupakan bangunan yang paling sakral. Saat ini bangunan yang masih utuh terletak pada teras ke-11. Di teras tertinggi tersebut terdapat empat bangunan berupa satu candi utama dan tiga candi pewara.

    Satu diantaranya yang belum banyak menjadi perbincangan adalah Candi Ijo, sebuah candi yang letaknya paling tinggi di antara candi-candi lain di Daerah Istimewa Yogyakarta yaitu terletak pada ketinggian 410 m di atas permukaan laut. Ragam relief yang dapat kita jumpai yang terpahat pada dinding candi menandakan candi ini peninggalan umat Hindu, wisatawan dapat juga melihat peninggalan lain berupa Lingga – Yoni yang terdapat dalam candi. Lingga Yoni yang terdapat dalam Candi Ijo kalasan ini mempunyai ukuran yang cukup besar dan terbesar di Indonesia.

    Karena Candi Ijo terletak di dataran tinggi dan dari situ kita dapat menikmati matahari terbenam yang indah dan menawan. Gak banyak lokasi candi yang bisa untuk menikmati matahari terbenam. Dari candi utama, jika kamu berdiri menghadap ke candi kecil di depannya, pada saat yang sama akan melihat matahari terbenam yang sangat indah di antara dua candi kecil. Pancaran cahaya oranye yang kemerahan dari ujung cakrawala selalu memberikan rasa tenang dan ketenangan kepada penikmatnya. Kilauan warnanya akan lebih kuat sebelum bumi menjadi gelap. Gak terasa aneh jika matahari terbenam dijadikan salah satu perburuan oleh wisatawan di mana pun. Jadi, jika mau ke sini pastikan cuacanya harus bersahabat dulu dan jangan sampai tiba di lokasi dengan bumi yang terlalu gelap.Menikmati Senja di Candi Ijo.

    Jika berkunjung ke Kota Yogyakarta, wisata sejarah khususnya mengunjungi candi bisa menjadi salah satu pilihan. Banyak candi-candi yang belum terekspos meski memiliki potensi wisata yang juga cukup menarik, Candi Ijo salah satunya. Candi Ijo terletak di Dukuh Groyokan, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Candi ini berada lereng barat sebuah bukit yang jauh dari keramaian di kawasan barat Yogyakarta, di selatan Candi Ratu Baka.

    Sekilas sejarah tentang Candi Ijo, Candi Ijo dibangun sekitar abad ke-9. Kompleks candi terdiri dari 17 struktur bangunan yang terbagi dalam 11 teras berundak. Peletakan bangunan pada tiap teras berdasarkan pada kesakralannya, dan bangunan yang berada di teras tertinggi merupakan bangunan yang paling sakral. Saat ini bangunan yang masih utuh terletak pada teras ke-11. Di teras tertinggi tersebut terdapat empat bangunan berupa satu candi utama dan tiga candi pewara.

    Satu diantaranya yang belum banyak menjadi perbincangan adalah Candi Ijo, sebuah candi yang letaknya paling tinggi di antara candi-candi lain di Daerah Istimewa Yogyakarta yaitu terletak pada ketinggian 410 m di atas permukaan laut. Ragam relief yang dapat kita jumpai yang terpahat pada dinding candi menandakan candi ini peninggalan umat Hindu, wisatawan dapat juga melihat peninggalan lain berupa Lingga – Yoni yang terdapat dalam candi. Lingga Yoni yang terdapat dalam Candi Ijo kalasan ini mempunyai ukuran yang cukup besar dan terbesar di Indonesia.

    Karena Candi Ijo terletak di dataran tinggi dan dari situ kita dapat menikmati matahari terbenam yang indah dan menawan. Gak banyak lokasi candi yang bisa untuk menikmati matahari terbenam. Dari candi utama, jika kamu berdiri menghadap ke candi kecil di depannya, pada saat yang sama akan melihat matahari terbenam yang sangat indah di antara dua candi kecil. Pancaran cahaya oranye yang kemerahan dari ujung cakrawala selalu memberikan rasa tenang dan ketenangan kepada penikmatnya.

    Kilauan warnanya akan lebih kuat sebelum bumi menjadi gelap. Gak terasa aneh jika matahari terbenam dijadikan salah satu perburuan oleh wisatawan di mana pun. Jadi, jika mau ke sini pastikan cuacanya harus bersahabat dulu dan jangan sampai tiba di lokasi dengan bumi yang terlalu gelap.





Berita Lainnya


Oleh- Oleh Khas Jogja yang Memiliki Banyak Varian Rasa Juwara Satoe!

Oleh- Oleh Khas Jogja yang Memiliki Banyak Varian Rasa Juwara Satoe!

23 Agustus 2019

Bicara soal kuliner Jogja tentu tak melulu tentang gudeg. Ada lagi kuliner yang sangat cocok untuk dijadikan buah tangan ketika mengunjungi Kota pelajar ini, yaitu Bakpia. Kue pia berbentuk bulat pipih ini “lahir” dari sebuah proses akulturasi budaya etni


549
Kandungan Bakpia yang Berguna Bagi Kesehatan

Kandungan Bakpia yang Berguna Bagi Kesehatan

23 Agustus 2019

Jika anda berkunjung ke kota Jogja, kurang lengkap rasanya jika tidak membeli buah tangannya. Bakpia merupakan salah satu oleh - oleh yang wajib dibeli oleh setiap pengunjung, sepintas bakpia terlihat hanya seperti kue biasa tetapi tak banyak orang yang t


463
Bakpia Crispy Black Sesame: Si Unik dengan Aroma Wijen Penggugah Selera

Bakpia Crispy Black Sesame: Si Unik dengan Aroma Wijen Penggugah Selera

08 Oktober 2019

Bakpia Juwara Satoe kembali berinovasi dengan mengeluarkan varian unik yang khas, yaitu Bakpia Crispy Black Sesame. Bakpia Crispy Black Sesame ini menggunakan kacang hijau yang dicampur dengan wijen hitam untuk memberikan cita rasa yang tak ada duanya.


139

SUBSCRIBE OUR NEWSLETTER

Subscribe to our e-mail newsletter and take advantage of the promotions.