Serunya Menikmati Senja di Candi Ijo, Simak Sejarahnya Juga Yuk!

Serunya Menikmati Senja di Candi Ijo, Simak Sejarahnya Juga Yuk!

23 Agustus 2019 488

    Jika berkunjung ke Kota Yogyakarta, wisata sejarah khususnya mengunjungi candi bisa menjadi salahsatu pilihan. Banyak candi-candi yang belum terekspos meski memiliki potensi wisata yang juga cukup menarik, Candi Ijo salah satunya. Candi Ijo terletak di Dukuh Groyokan, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Candi ini berada lereng barat sebuah bukit yang jauh dari keramaian di kawasan barat Yogyakarta, di selatan Candi Ratu Baka.

    Sekilas sejarah tentang Candi Ijo, Candi Ijo dibangun sekitar abad ke-9. Kompleks candi terdiri dari 17 struktur bangunan yang terbagi dalam 11 teras berundak. Peletakan bangunan pada tiap teras berdasarkan pada kesakralannya, dan bangunan yang berada di teras tertinggi merupakan bangunan yang paling sakral. Saat ini bangunan yang masih utuh terletak pada teras ke-11. Di teras tertinggi tersebut terdapat empat bangunan berupa satu candi utama dan tiga candi pewara.

    Satu diantaranya yang belum banyak menjadi perbincangan adalah Candi Ijo, sebuah candi yang letaknya paling tinggi di antara candi-candi lain di Daerah Istimewa Yogyakarta yaitu terletak pada ketinggian 410 m di atas permukaan laut. Ragam relief yang dapat kita jumpai yang terpahat pada dinding candi menandakan candi ini peninggalan umat Hindu, wisatawan dapat juga melihat peninggalan lain berupa Lingga – Yoni yang terdapat dalam candi. Lingga Yoni yang terdapat dalam Candi Ijo kalasan ini mempunyai ukuran yang cukup besar dan terbesar di Indonesia.

    Karena Candi Ijo terletak di dataran tinggi dan dari situ kita dapat menikmati matahari terbenam yang indah dan menawan. Gak banyak lokasi candi yang bisa untuk menikmati matahari terbenam. Dari candi utama, jika kamu berdiri menghadap ke candi kecil di depannya, pada saat yang sama akan melihat matahari terbenam yang sangat indah di antara dua candi kecil. Pancaran cahaya oranye yang kemerahan dari ujung cakrawala selalu memberikan rasa tenang dan ketenangan kepada penikmatnya. Kilauan warnanya akan lebih kuat sebelum bumi menjadi gelap. Gak terasa aneh jika matahari terbenam dijadikan salah satu perburuan oleh wisatawan di mana pun. Jadi, jika mau ke sini pastikan cuacanya harus bersahabat dulu dan jangan sampai tiba di lokasi dengan bumi yang terlalu gelap.Menikmati Senja di Candi Ijo.

    Jika berkunjung ke Kota Yogyakarta, wisata sejarah khususnya mengunjungi candi bisa menjadi salah satu pilihan. Banyak candi-candi yang belum terekspos meski memiliki potensi wisata yang juga cukup menarik, Candi Ijo salah satunya. Candi Ijo terletak di Dukuh Groyokan, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Candi ini berada lereng barat sebuah bukit yang jauh dari keramaian di kawasan barat Yogyakarta, di selatan Candi Ratu Baka.

    Sekilas sejarah tentang Candi Ijo, Candi Ijo dibangun sekitar abad ke-9. Kompleks candi terdiri dari 17 struktur bangunan yang terbagi dalam 11 teras berundak. Peletakan bangunan pada tiap teras berdasarkan pada kesakralannya, dan bangunan yang berada di teras tertinggi merupakan bangunan yang paling sakral. Saat ini bangunan yang masih utuh terletak pada teras ke-11. Di teras tertinggi tersebut terdapat empat bangunan berupa satu candi utama dan tiga candi pewara.

    Satu diantaranya yang belum banyak menjadi perbincangan adalah Candi Ijo, sebuah candi yang letaknya paling tinggi di antara candi-candi lain di Daerah Istimewa Yogyakarta yaitu terletak pada ketinggian 410 m di atas permukaan laut. Ragam relief yang dapat kita jumpai yang terpahat pada dinding candi menandakan candi ini peninggalan umat Hindu, wisatawan dapat juga melihat peninggalan lain berupa Lingga – Yoni yang terdapat dalam candi. Lingga Yoni yang terdapat dalam Candi Ijo kalasan ini mempunyai ukuran yang cukup besar dan terbesar di Indonesia.

    Karena Candi Ijo terletak di dataran tinggi dan dari situ kita dapat menikmati matahari terbenam yang indah dan menawan. Gak banyak lokasi candi yang bisa untuk menikmati matahari terbenam. Dari candi utama, jika kamu berdiri menghadap ke candi kecil di depannya, pada saat yang sama akan melihat matahari terbenam yang sangat indah di antara dua candi kecil. Pancaran cahaya oranye yang kemerahan dari ujung cakrawala selalu memberikan rasa tenang dan ketenangan kepada penikmatnya.

    Kilauan warnanya akan lebih kuat sebelum bumi menjadi gelap. Gak terasa aneh jika matahari terbenam dijadikan salah satu perburuan oleh wisatawan di mana pun. Jadi, jika mau ke sini pastikan cuacanya harus bersahabat dulu dan jangan sampai tiba di lokasi dengan bumi yang terlalu gelap.





Berita Lainnya


6 Wisata Malam Jogja yang Bikin Kangen

6 Wisata Malam Jogja yang Bikin Kangen

23 Agustus 2019

Siapa sih yang tidak ingin ke Jogja ? Jika kamu ditanya pasti akan senang sekali jika singgah di Kota penuh kenangan ini. Jogja nggak hanya menarik di siang hari, Jogja juga 'hidup' di saat malam, loh. Sehingga wisata malam yang ada di Jogja sangat wajib


424
Paket Hemat Bulan Ramadan Bakpia Juwara Satoe

Paket Hemat Bulan Ramadan Bakpia Juwara Satoe

23 Agustus 2019

Di bulan ramadhan yang penuh berkah ini, bakpia juwara satoe juga ingin berbagi banyak berkah kebaikan kepada kalian semua, ketika bulan ramadhan berlangsung pastilah kita akan segera kemudian bertemu dengan hari raya atau hari lebaran, menjelang hari leb


262
Gurih & Harum Aroma Pandan: Varian Baru Bakpia Crispy Rasa Pandan

Gurih & Harum Aroma Pandan: Varian Baru Bakpia Crispy Rasa Pandan

26 Juli 2019

Kamu pastinya tidak asing dengan daun pandan. Daun pandan biasanya dimanfaatkan sebagai pewarna alami maupun pemberi aroma pada masakan. Berawal dari sana lah, Bakpia Juwara Satoe berinovasi untuk menciptakan Bakpia Crispy Rasa Pandan.


324

SUBSCRIBE OUR NEWSLETTER

Subscribe to our e-mail newsletter and take advantage of the promotions.