Sejarah Benteng Nomor Satoe di Yogyakarta, Benteng Vredeburg!

Sejarah Benteng Nomor Satoe di Yogyakarta, Benteng Vredeburg!

23 Agustus 2019 1809

Bagaimanakah sejarah Benteng Vredeburg Yogyakarta itu ?

Museum Vredeburg menjadi salah satu destinasi wisata di Yogyakarta yang sayang untuk dilewatkan. Benteng ini berdekatan dengan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat serta Jalan Malioboro. Bangunan ini merupakan peninggalan Belanda dalam upaya melindungi rumah Residen Belanda dan pemukiman orang - orang Belanda dari serangan meriam Keraton Yogyakarta. Sebelum berdiri Benteng Vredeburg, tepat di tempat ini pada tahun 1761 adalah sebuah parit perlindungan bagi tentara Belanda yang lebih dikenal dengan nama Rusten Burg. Benteng Vredeburg Yogyakarta berdiri terkait erat dengan lahirnya Kasultanan Yogyakarta. Perjanjian Giyanti 13 Februari 1755 yang berhasil menyelesaikan perseteruan antara Susuhunan Pakubuwono III dengan Pangeran Mangkubumi (Sultan Hamengku Buwono I kelak) adalah merupakan hasil politik Belanda yang selalu ingin ikut campur urusan dalam negeri raja-raja Jawa waktu itu.

Ada apa sajakah di Benteng Vredenburg Yogyakarta ? Memasuki depan pintu gerbang benteng Vredeburg Jogja, kita akan disuguhkan sebuah pemandangan pintu gerbang yang berasal dari jaman penjajahan Belanda pada masa lalu. Bentuk bangunan dengan tembok tembal di depannya kita dapat menemukan dua buah pasang tiang pilar yang berada di sisi sebelah kanan dan kiri yang dapat kita jumpai pada saat memasuki area Museum Benteng Vredeburg. Bentuk bangunan-bangunan tua bergaya arsitektur jaman Belanda. Bangunan-bangunan yang memiliki tiang-tiang penyanggah besar, konon bangunan ini memiliki catatan historis yang dibangun pada tahun 1760-1765. Dan lokasi tanah ini status tanahnya pada waktu itu milik Keraton Yogyakarta, namun penggunaannya di bawah pengawasan Gubernur dari Direktur pantai utara Jawa yang bernama Nicolas Harting. Gaya arsitektur klasik Eropa langsung dapat terlihat ketika pengunjung melewati gerbang masuk bertuliskan “VREDEBURG” yang besar. Kesan tersebut tetap terlihat hingga pada bangunan kembar yang meniru gaya Yunani zaman Renaissance. Tak hanya memiliki koleksi lumayan banyak, Museum Fort Vredeburg juga memiliki fasilitas yang lengkap. Sebut saja toilet, musholla tempat melakukan sholat lima waktu bagi yang muslim hingga kantin. Museum Benteng Vredeburg juga memiliki ruang pertunjukan, ruang perpustakaan, ruang pelatihan dan ruang pertemuan. Tak hanya itu, museum juga memiliki ruang seminar dan diskusi, audio visual serta ruang belajar kelompok. Dari pengamatan di lokasi Benteng Vredeburg Jogja, kawasan ini memiliki fasilitas umum yang dapat dimanfaatkan dalam berbagai kegiatan seni, budaya, serta ilmu pengetahuan seperti ruang pengenalan atau yang disebut dengan ruang “Mini Studio”. Melalui ruangan ini kita dapat menyaksikan film dokumenter melalui multimedia video selama durasi 10-15 menit. Selain itu kita juga dapat mengunjungi tempat ruangan yang memuat diorama 1 dan 2 yang dilengkapi dengan sarana media interaktif yang berupa media layar sentuh. Di sini kita dapat menggunakan media ini untuk mengetahui sejarah suatu peristiwa secara lebih luas. Bagaimana Anda tertarik untuk mengunjunginya bukan ?





Berita Lainnya


6 Wisata Malam Jogja yang Bikin Kangen

6 Wisata Malam Jogja yang Bikin Kangen

23 Agustus 2019

Siapa sih yang tidak ingin ke Jogja ? Jika kamu ditanya pasti akan senang sekali jika singgah di Kota penuh kenangan ini. Jogja nggak hanya menarik di siang hari, Jogja juga 'hidup' di saat malam, loh. Sehingga wisata malam yang ada di Jogja sangat wajib


1965
Black Sesame: Si Hitam yang Kaya Manfaat

Black Sesame: Si Hitam yang Kaya Manfaat

16 Oktober 2019

Varian baru Bakpia Crispy Black Sesame sudah rilis. Varian tersebut menjadikan Black Sesame atau Wijen Hitam sebagai primadonanya. Black sesame dikenal sebagai salah satu bahan pelengkap paling kuno yang pernah digunakan manusia. Black sesame juga mengand


4248
Gurih & Harum Aroma Pandan: Varian Baru Bakpia Crispy Rasa Pandan

Gurih & Harum Aroma Pandan: Varian Baru Bakpia Crispy Rasa Pandan

26 Juli 2019

Kamu pastinya tidak asing dengan daun pandan. Daun pandan biasanya dimanfaatkan sebagai pewarna alami maupun pemberi aroma pada masakan. Berawal dari sana lah, Bakpia Juwara Satoe berinovasi untuk menciptakan Bakpia Crispy Rasa Pandan.


1821

SUBSCRIBE OUR NEWSLETTER

Subscribe to our e-mail newsletter and take advantage of the promotions.