Sejarah Benteng Nomor Satoe di Yogyakarta, Benteng Vredeburg!

Sejarah Benteng Nomor Satoe di Yogyakarta, Benteng Vredeburg!

23 Agustus 2019 666

Bagaimanakah sejarah Benteng Vredeburg Yogyakarta itu ?

Museum Vredeburg menjadi salah satu destinasi wisata di Yogyakarta yang sayang untuk dilewatkan. Benteng ini berdekatan dengan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat serta Jalan Malioboro. Bangunan ini merupakan peninggalan Belanda dalam upaya melindungi rumah Residen Belanda dan pemukiman orang - orang Belanda dari serangan meriam Keraton Yogyakarta. Sebelum berdiri Benteng Vredeburg, tepat di tempat ini pada tahun 1761 adalah sebuah parit perlindungan bagi tentara Belanda yang lebih dikenal dengan nama Rusten Burg. Benteng Vredeburg Yogyakarta berdiri terkait erat dengan lahirnya Kasultanan Yogyakarta. Perjanjian Giyanti 13 Februari 1755 yang berhasil menyelesaikan perseteruan antara Susuhunan Pakubuwono III dengan Pangeran Mangkubumi (Sultan Hamengku Buwono I kelak) adalah merupakan hasil politik Belanda yang selalu ingin ikut campur urusan dalam negeri raja-raja Jawa waktu itu.

Ada apa sajakah di Benteng Vredenburg Yogyakarta ? Memasuki depan pintu gerbang benteng Vredeburg Jogja, kita akan disuguhkan sebuah pemandangan pintu gerbang yang berasal dari jaman penjajahan Belanda pada masa lalu. Bentuk bangunan dengan tembok tembal di depannya kita dapat menemukan dua buah pasang tiang pilar yang berada di sisi sebelah kanan dan kiri yang dapat kita jumpai pada saat memasuki area Museum Benteng Vredeburg. Bentuk bangunan-bangunan tua bergaya arsitektur jaman Belanda. Bangunan-bangunan yang memiliki tiang-tiang penyanggah besar, konon bangunan ini memiliki catatan historis yang dibangun pada tahun 1760-1765. Dan lokasi tanah ini status tanahnya pada waktu itu milik Keraton Yogyakarta, namun penggunaannya di bawah pengawasan Gubernur dari Direktur pantai utara Jawa yang bernama Nicolas Harting. Gaya arsitektur klasik Eropa langsung dapat terlihat ketika pengunjung melewati gerbang masuk bertuliskan “VREDEBURG” yang besar. Kesan tersebut tetap terlihat hingga pada bangunan kembar yang meniru gaya Yunani zaman Renaissance. Tak hanya memiliki koleksi lumayan banyak, Museum Fort Vredeburg juga memiliki fasilitas yang lengkap. Sebut saja toilet, musholla tempat melakukan sholat lima waktu bagi yang muslim hingga kantin. Museum Benteng Vredeburg juga memiliki ruang pertunjukan, ruang perpustakaan, ruang pelatihan dan ruang pertemuan. Tak hanya itu, museum juga memiliki ruang seminar dan diskusi, audio visual serta ruang belajar kelompok. Dari pengamatan di lokasi Benteng Vredeburg Jogja, kawasan ini memiliki fasilitas umum yang dapat dimanfaatkan dalam berbagai kegiatan seni, budaya, serta ilmu pengetahuan seperti ruang pengenalan atau yang disebut dengan ruang “Mini Studio”. Melalui ruangan ini kita dapat menyaksikan film dokumenter melalui multimedia video selama durasi 10-15 menit. Selain itu kita juga dapat mengunjungi tempat ruangan yang memuat diorama 1 dan 2 yang dilengkapi dengan sarana media interaktif yang berupa media layar sentuh. Di sini kita dapat menggunakan media ini untuk mengetahui sejarah suatu peristiwa secara lebih luas. Bagaimana Anda tertarik untuk mengunjunginya bukan ?





Berita Lainnya


Varian Baru Bakpia Juwara Satoe, Bakpia Coklat!

Varian Baru Bakpia Juwara Satoe, Bakpia Coklat!

23 Agustus 2019

Bicara soal coklat, saat ini banyak olahan makanan yang menggunakan bahan ini. Tak terkecuali oleh-oleh khas Jogja, bakpia. Kini tersedia bakpia rasa coklat dari Bakpia Juwara Satoe yang menjadi pilihan pas oleh-oleh khas Jogja. Sama seperti varian Bakpia


462
Foto Bakpia dapat Uang 4 Juta Rupiah

Foto Bakpia dapat Uang 4 Juta Rupiah

23 Agustus 2019

Bakpia Juwara Satoe mengadakan foto challenge dengan hadiah uang tunai senilai 4 Juta Rupiah. Selain itu kamu juga akan diantarkan Bakpia Juwara Satoe oleh @gayaaatri dan @rondweasley ke rumah kalian dan nonton film bareng mereka juga loh.


613
Kandungan Bakpia yang Berguna Bagi Kesehatan

Kandungan Bakpia yang Berguna Bagi Kesehatan

23 Agustus 2019

Jika anda berkunjung ke kota Jogja, kurang lengkap rasanya jika tidak membeli buah tangannya. Bakpia merupakan salah satu oleh - oleh yang wajib dibeli oleh setiap pengunjung, sepintas bakpia terlihat hanya seperti kue biasa tetapi tak banyak orang yang t


1646

SUBSCRIBE OUR NEWSLETTER

Subscribe to our e-mail newsletter and take advantage of the promotions.