Cerita di balik Ikon Juwara Satoe Yogyakarta jaman dulu!

Cerita di balik Ikon Juwara Satoe Yogyakarta jaman dulu!

23 Agustus 2019 767

Semua orang pasti tau Tugu Yogyakarta yang merupakan salah satu simbol atau ciri khas Yogyakarta. Tugu Yogya terletak di simpang empat antara Jl Sudirman di sisi timur, Jl AM Sangaji di sisi utara, Jl Diponegoro di sisi barat dan Jl Mangkubumi di sisi selatan. Tugu Yogyakarta disebut Tugu Pal Putih atau dalam Bahasa Belanda disebut De Witte Paal. Dulu pada zaman Belanda juga disebut Tugu Golong-Gilig. Disebut tugu golong-gilig karena dibagian atas ada seperti bulatan bola. Sedangkan di bagian bawah atau penyangga berbentuk bulat panjang atau dalam Bahasa Jawa disebut gilig. 

  Golong-Gilig mengandung arti menyatukan hubungan antara raja/kasultanan Yogyakarta dengan rakyatnya. Namun setelah terjadi gempa bumi pada tangga 10 Juni 1867, tugu golong-gilig runtuh kemudian dibangun kembali bentuknya seperti sekarang ini. Tugu baru dibangun kembali pada zaman Sri Sultan Hamengku Buwono VII pada 3 Oktober 1889. Sebelumnya ketinggian tugu mencapai 25 meter. Namun setelah dibangun kembali tinggi tugu sekitar 15-an meter.


  Meski bentuk tugu tetap sama yang berbeda dengan sekarang adalah bangunan di sekitar.Dulu jalan-jalan menuju Tugu bukan diberinama dengan nama jalan seorang pahlawan. Namun menunjuk sebuah tempat. Jalan dari arah Tugu ke barat yang sekarang bernama Jalan Diponegoro bernama Jalan Tugu Kulon. Salah satu penanda yang masih menggunakan nama itu adalah kantor Pegadaian Tugu Kulon yang terletak di Kampung Bumijo.

  Di sekitar Tugu tidak banyak bangunan berdiri serta masih rindang dengan beberapa pohon besar. Situasi rumah atau gedung juga berubah baik di pojok barat daya, barat laut dan timur laut. Sedangkan bangunan di sisi tenggara yakni bangunan rumah Modiste Pini masih seperti dulu. Di pojok barat laut sejak tahun 1960-an hingga 1990-an dulu ada toko Buku Gunung Agung. Saat tempat itu sudah kosong atau tidak ada yang menggunakan. Selanjutnya di sisi barat daya, dulu ada juga toko peralatan olahraga, Rajawali. Sedangkan di dekat Modeste Pini dipojokan dulu terdapat beberapa kios. Salah satunya adalah kios bensin. Di pojok tersebut sekarang menjadi ruang publik untuk nongkrong anak muda tiap malam.





Berita Lainnya


Para Juwara Toktok Bakpia

Para Juwara Toktok Bakpia

23 Agustus 2019

Bakpia juwara satoe tentunya ingin mengajak kalian semua menjadi juara, bulan kemarin bakpia juwara satoe mengadakan kompetisi toktok bakpia berupa kompetisi foto produk bakpia juwara satoe dengan berlomba menghasilkan foto yang semenarik mungkin, belum l


258
Kandungan Bakpia yang Berguna Bagi Kesehatan

Kandungan Bakpia yang Berguna Bagi Kesehatan

23 Agustus 2019

Jika anda berkunjung ke kota Jogja, kurang lengkap rasanya jika tidak membeli buah tangannya. Bakpia merupakan salah satu oleh - oleh yang wajib dibeli oleh setiap pengunjung, sepintas bakpia terlihat hanya seperti kue biasa tetapi tak banyak orang yang t


662
Sejarah Perjuangan Bangsa Indonesia di Museum Perjuangan Yogyakarta!

Sejarah Perjuangan Bangsa Indonesia di Museum Perjuangan Yogyakarta!

23 Agustus 2019

Bicara tentang Jogja, Jogja merupakan salah satu kota yang terkenal dengan banyak sejarahnya. Salah satu peninggalan sejarah perjuangan bangsa Indonesia yaitu Museum Perjuangan Yogyakarta.


413

SUBSCRIBE OUR NEWSLETTER

Subscribe to our e-mail newsletter and take advantage of the promotions.